About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful.

Senin, 31 Oktober 2011

HARI ULANG TAHUN AYAH


                Siapakah yang berulang tahun hari ini ?? :D …
Mungkin diantara kalian ada yang berulang tahun hari ini, yang berulang tahun hari ini pasti gag hanya satu dua orang aja di seluruh dunia , tapi banyaaaakk …hehe. Maka dari itu aku ucapin selamat yahh bagi kamu – kamu yang berulang tahun hari ini. Wish you all the best J
Hari ini aku sebenarnya bingung mau bikin tulisan apa yaaahh, tapi karena salah satu temen aku ulang tahun hari ini, aku jadi terinspirasi ingin membuat sebuah cerpen…
Yyuuuuukkk bacaaaa J

HARI ULANG TAHUN AYAH



                Sudah satu tahun lamanya Cheri ditinggal pergi  ayah kandungnya. Dia sangat merindukan ayahnya dan ingin sekali melihat wajah ayahnya itu. Usianya hari ini genap 20 tahun. Dia tinggal di sebuah rumah sederhana berukuran 5 x 7 meter. Tidak ada halaman, hanya ada sebuah pot kecil bertanamkan tanaman bunga melati yang menghiasi bagian luar rumahnya. Didalam rumah terlihat ibunya sedang menjahit baju sang adik yang sekarang telah berumur 15 tahun. Walaupun tanpa kehadiran sang ayah, Agra masih tetap melanjutkan sekolah sampai SMA. Pekerjaan sang ibu yang hanya menjahit baju tetangga tak membuat Agra malu. Dia semakin bersemangat untuk menyelesaikan sekolahnya. Agra adalah satu – satunya adik laki – laki Cheri yang sangat ia sayangi. Pekerjaan Cheri sekarang menjadi seorang SPG di salah satu mall yang tak jauh dari rumahnya. Sesekali Cheri pun sering membantu ibunya menjahit baju. Mesin jahit warisan sang nenek yang sudah sedikit berkarat itu masih berguna untuk memenuhi kehidupan ibu dan adiknya.

                Tiga tahun yang lalu ayah pamit untuk pergi memenuhi panggilan pekerjaan. Ayah adalah seorang buruh bangunan yang sangat gigih dan bertanggung jawab. Sesekali ayah pulang ke rumah membawa sejumlah uang hasil kerja kerasnya beberapa bulan. Tetapi setahun ini ayah tidak ada kabar, ayah tidak pernah pulang lagi. Terlontar lah sebuah pertanyaan dari Agra. “ibu, ayah kemana sih ? kok sekarang gak pernah pulang yaaa ?”, tanya Agra. Itu adalah salah satu pertanyaan yang selalu ditanya Agra menjelang tidur kepada ibunya. Ibunya selalu tersenyum dan menjawab, “Agra, ayah kan kerja dan mungkin sekarang ini ayah lagi sibuk jadi belum sempet pulang. Kamu gak usah khawatir. Kamu banyak – banyak berdo’a aja supaya ayah selalu dalam keadaan baik disana yahh”, jelas ibunya. Setelah berdo’a dan memeluk ibu,  Agra pun terlelap dalam tidurnya.
                Keesokan harinya, Cheri sudah bangun pagi untuk memulai pekerjaan sebagai seorang SPG yang baru satu bulan diterimanya. Walaupun tubuhnya terasa letih, tetapi ia sangat ulet dan tekun dalam bekerja. Hari ini merupakan hari pertamanya menerima gaji. Gaji pertama ini ia berikan seluruhnya kepada ibu, karena ia yakin ibu dapat mengatur lebih baik dari dirinya. Cheri menyampaikan kepada ibunya bahwa ia ingin mengadakan syukuran atas pekerjaannya itu dan agar pekerjaannya menjadi sebuah keberkahan untuk dirinya dan keluarga, ia ingin syukuran diadakan bertepatan dengan ulang tahun ayah yaitu dua hari lagi. Ibu dan Agra pun setuju. Lalu selama dua hari itu, setelah Agra pulang sekolah dan Cheri pulang dari kerja mereka mencari kabar dimana ayahnya berada. Rasa khawatir ibunya mereda setelah mereka pulang dengan selamat. Keingintauan mereka membuat mereka rela pergi kemana pun untuk mengetahui kemana ayahnya. Pencarian mereka selama dua haripun membuahkan hasil. Cheri dan Agra akhirnya tau dimana ayahnya sekarang bekerja. Di hari kedua itu, Cheri dan Agra bertemu dengan ayahnya. Rasa rindu yang mendalam terobati setelah mereka memeluk ayahnya. Mereka menanyakan kabar ayah dan mengapa ayah tidak pulang ke rumah lagi. Ayahnya pun menceritakan bahwa ia belum bisa pulang karena manager disini menuntut penyelesaian bangunan harus selesai dalam jangka waktu lima bulan lagi. Mereka pun mengerti. Lalu mereka menceritakan acara syukuran yang akan diadakan besok. Mereka membujuk dan memaksa ayahnya agar meminta izin satu hari saja kepada manager. Ayah pun tersenyum dan berjanji untuk mengusahakannya. Setengah jam berlalu, dengan rasa puas, tenang dan bahagia mereka pulang dan menceritakannya kepada ibu.
                Malam harinya Cheri tidak bisa tidur, entah mengapa hatinya gelisah. Harusnya dia senang karena besok ulang tahun ayahnya, tetapi hari ini nampak berbeda ia tidur tidak seperti biasanya. Lalu ia bangun melihat ke arah jam dinding. Jam menunjukkan pukul 01.00 pagi. Tiba –  tiba ia merasakan sakit kepala. Dengan tertatih, ia mencoba pergi ke dapur mengambil segelas air  dan obat. Setelah meminum obat, Cheri mencoba membaringkan tubuhnya dan ia pun tertidur pulas. Jam menunjukkan pukul 05.00 pagi, seperti biasa ibu bangun dan menyiapkan sarapan. Hari ini Cheri izin tidak masuk kerja, ia ingin membantu ibunya menyiapkan syukuran. Agra pun tetap bersekolah seperti biasanya.
                Cheri senang membuat kejutan untuk orang – orang yang dia sayangi, ia membuat kue ulang tahun kecil untuk ayahnya sedangkan ibunya membuat masakan yang lezat untuk dibagi – bagikan kepada tetangga. Hari pun menjelang siang, Agra pulang ke rumah, telah siap semua makanan terhidang diatas lantai beralas tikar. Mereka tinggal menunggu ayah nya datang. Tak kurang dari setengah jam, ayah pun tiba di rumah. Mereka senang sekali, mereka memeluk ayah lagi, begitu juga ibu yang bahagia melihat semua bisa berkumpul bersama seperti ini. Acara pun dimulai, canda serta tawa menghiasi rumah mereka. Tiup lilin, make a wish , pemotongan kue sampai dengan pembagian makanan kepada tetangga pun mereka lakukan dengan sangat bahagia. Tak terasa sudah menjelang malam, Agra dan Cheri merengek agar ayah menginap sampai besok. Tetapi ayah tidak bisa, ayah hanya diberi izin sampai malam lalu kembali lagi bekerja. Ibu pun menjelaskan kepada Agra dan Cheri dan mereka pun sangat memahami pekerjaan ayahnya. Akhirnya ayah pamit kepada ibu. Cheri dan Agra mencium tangan serta memeluk ayahnya lagi.
                Waktu menjelang tidur pun tiba. Lagi – lagi Cheri tidak bisa tidur nyenyak. Dia merasa aneh pada dirinya. Dia pun pergi ke dapur untuk minum obat dan baru bisa tidur setelah meminum obatnya itu. Pada pagi harinya, saat Cheri dan Agra ingin beraktivitas seperti biasanya. Tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu sangat keras memanggil - manggil nama ibu. Ibu pun membukakan pintu dan terlihat Pak Dirham seorang kenalan ayah datang dengan napas terengah – engah. Ibu langsung menanyakan apa yang terjadi. Pak Dirham menceritakan bahwa ayah mengalami kecelakaan. Ayah tertiban besi saat menggali lubang. Kepalanya mengeluarkan banyak darah karena pada saat itu ia tidak menggunakan helm pengamannya dan sekarang sudah ada di ruang gawat darurat. Serentak semua terkejut, tanpa berpikir panjang mereka pergi ke rumah sakit.
                Isak tangis ibu, Cheri dan Agra bertambah ketika melihat ayah yang terbaring di rumah sakit dengan masih keadaan koma. Cheri tidak bisa berkata apapun lagi, ia hanya memeluk ibu dan adiknya dengan tubuh lemah tak berdaya. Dua hari ayah masih dalam keadaan koma. Tidak ada satu pun yang beranjak dari rumah sakit meninggalkan ayah. Tidak ada keceriaan dalam raut wajah mereka. Setelah berjam – jam lamanya dokter pun akhirnya mengatakan bahwa ayah tidak bisa diselamatkan. Mendengar kabar itu, lalu ibu pingsan. Cheri dan Agra membawa ibu pulang dan Pak Dirham serta tetangga mengurus pemakaman ayah. Ibupun terbangun dan masih dalam keadaan shok. Tetapi ibu mau mengantarkan ayah ke pemakaman. Mereka pun ikut ke pemakaman dan menyaksikan ayah yang akan pergi selamanya dalam kehidupan mereka. Sosok ayah yang tangguh dan bertanggung jawab membuat mereka tidak akan pernah lupa dan akan terkenang di hati selalu dan selamanya. Yang terpenting mereka ikhlas dengan semua hal yang terjadi dalam hidup mereka, walaupun orang yang mereka cintai telah dipanggil lebih dulu olehNYA ……………………….

_the end_