About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful.

Selasa, 08 Mei 2012

MEMAHAMI FUNGSI PSIKOTES




Sebagian besar dari kita pasti sudah mengenal yang namanya Psikotes, namun demikian Psikotes masih dianggap sebagai kendala oleh beberapa orang yang sedang mencari suatu pekerjaan. karena mereka beranggapan bahwa psikotes adalah sebuah hambatan yang bisa menjatuhkan mereka saat mengikuti proses penerimaan calon karyawan atau pegawai negeri sipil misalnya. hal ini sudah pasti keliru, oleh karena itu saya ingin memberikan beberapa masukan mungkin berguna bagi saudara, dan dalam edisi pertama ( I ) ini, tak lupa juga akan saya tulis beberapa contoh soal psikotes sederhana, sehingga diharapkan dapat membantu saudara ketika menghadapi psikotes tanpa suatu hambatan apapun, amin……

beberapa hal yang harus kita ketahui tentang psikotes adalah

Psikotes sebagai pemeriksaan psikologis
Psikotes merupakan suatu pemeriksaan psikologis, dengan alat-alat ukur tertentu (dalam bentuk soal-soal tes) yang diciptakan oleh para pakar psikologi, untuk membedakan perilaku seseorang dengan orang lain. Psikotes atau pemeriksaan psikologis tersebut hanya “memotret” karakter seseorang, yang antara lain terdiri atas keadaan emosionalnya, bakatnya dan sikapnya dalam menghadapi sesuatu hal. kelima hal diatas disebut dengan dimensi-dimensi psikologis. misalnya saja, anton melamar menjadi wartawan pada suatu mass media. profesi ini menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan dalam penelitian, kecermatan, kreativitas, ketekunan dan ketrampilan berkomunikasi dengan orang lain. dalam pemeriksaan psikologisnya, anton akan diuji apakah ia memiliki sifat-sifat tersebut. bila ya, maka ia akan diterima diperusahaan tersebut. namun bila tidak, mungkin ia harus mencari pekerjaan di bidang yang lain. atau, bisa juga ia memiliki kemampuan yang dituntut oleh pekerjaan yang dilamarnya, namun ia tergolong orang yang tidak bisa menampilkan suatu hasil yang baik karena berada dalam situasi yang penuh dengan tekanan. kondisi yang seperti ini bisa mengakibatkan ia stress, sehingga ia dianggap tidak sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakannya.

Perbedaan Psikotes dengan Tes IQ
ternyata psikotes tidaklah selalu berupa tes IQ. karena tes IQ sebenarnya hanyalah merupakan salah satu bentuk pemeriksaan psikologis yang tujuannya mengukur tingkat kecerdasan seseorang. sedangkan IQ sendiri merupakan niali suatu kecerdasan yang menunjukkan pada tahapan atau kelompok mana seseorang itu berada, apakah termasuk kedalam superior, cerdas atau hanya rata-rata saja. Psikotes untuk seleksi Calon Karyawan seorang psikolog hanya memberikan laporan hasil pemeriksaan psikologis dan saran kepada suatu perusahaan mengenai calon pegawai yang akan dipekerjakannya, apakah sesuai atau tidak dengan pekerjaan yang dilamarnya. sedangkan penentu diterima atau tidaknya seseorang adalah pihak perusahaan berdasarkan hasil evaluasi yang menyeluruh dari serangkaian tes seleksi penerimaan karyawan, yang mungkin juga menyangkut ketrampilan, psikotes, wawancara penilaian latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja. psikotes atau pemeriksaan psikologi juga bisa dipakai untuk menelusuri bakat, penempatan karyawan, keperluan promosi serta mengenali kekuatan dan kelemahan karyawan. dengan demikian, psikotes membantu perusahaan untuk melihat apakah karier karyawan-karyawannya bisa dikembangkan lebih jauh lagi ataukah tidak.

Sumber : this

0 komentar:

Posting Komentar