About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful.

Rabu, 16 Januari 2013

Membeli Keajaiban


Derick adalah seorang anak lelaki berumur 7 tahun. Ia terkejut ketika mendengar pembicaraan antara Papa dan Mamanya mengenai parahnya sakit yang diderita oleh Ibunya. Mahalnya biaya operasi menyurutkan semangat mereka untuk mengobati. Ya, mereka tidak mampu untuk membiayai operasi yang super mahal tersebut.
” kita tidak punya uang banyak Bu, kita hanya berharap semoga ada keajaiban, karena keajaiban lah yang bisa menyelamatkan nyawa ibu..” bisik Papa Derick menyemangati Isterinya.
Derick kecil pun segera berlari menuju kamarnya. Ia bongkar isi lemari untuk mencari sesuatu.
” ah..ini dia, akhirnya kutemukan..” jerit Derick bahagia.
Ternyata Derick membongkar lemarinya demi menemukan sebuah celengan. Celengan dari tanah liat itu diangkat Derick tinggi-tinggi kemudian ia hempaskan ke lantai. Dan berserakanlah logam-logam bercampur baur dengan kepingan-kepingan celengan tersebut. Dengan cermat Derick menghitung hasil simpanannya selama ini.
Tak lama berselang ia pun segera lari ke toko obat yang berdekatan dengan rumahnya.
Sesampai di toko obat Derick segera menyampaikan maksud hatinya.
” Mas, Ibuku sakit, aku mau beli keajaiban, ada nggak..?” tanya Derick sok tahu.
” Apa katamu? Mau beli keajaiban? ” si penjaga toko bingung mendengar ocehan Derick.
” Kata Ayah dan Ibu, hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan Ibu..” jelas Derick.
” Dengar ya dek, kami disini tidak menjual keajaiban, jadi kami tidak bisa menolongmu..” kata si penjaga toko.
” Tolonglah mas, aku punya uang yang banyak kok untuk membelinya..” Derick memaksa dan mengiba.
” Maaf dek, kami tidak bisa membantumu..”
Tiba-tiba seorang laki-laki separuh baya yang sejak tadi berdiri di depan toko tersebut bertanya.
” Nak, keajaiban seperti apa yang di butuhkan oleh Ibumu? “
” Aku tidak tahu pak, tapi kata Ayah dan Ibu,  Ibu sakit parah dan harus dioperasi, sedangkan Ayah dan Ibu tidak punya uang untuk biaya operasi ” Derick terisak.
” Berapa uang yang kamu punya Nak?”
” Aku punya lima puluh tujuh ribu rupiah pak” Jawab Derick dengan bangga, ” dan itu adalah uangku semua pak”
” Waaaahh…kebetulan sekali, itu adalah harga yang pas untuk membeli keajaiban yang bisa menyelamatkan nyawa Ibumu” Kata laki-laki tadi sambil mengambil uang yang ada di tangan Derick, ” ayo segera, bawa aku ke tempat kakak dan orang tuamu”
Derick tidak tahu, sebenarnya laki-laki itu adalah seorang dokter ahli bedah di kotanya.
Dengan bantuan dokter bedah tersebut, operasi Ibunya pun dilangsungkan dan berhasil. Ayah Derick sangat bahagia melihat kesehatan Isterinya semakin memulih setelah operasi tersebut.
” ini adalah sebuah keajaiban, aku tidak bisa membayangkan betapa mahalnya operasi ini..” bisik Ibunda Derick.
Derick hanya tersenyum...
*****
Jika Allah telah berkehendak maka pasti ada Jalannya.. ^_^

Sumber: E-Mail Berantai dan ditayang dalam Dekade Transcorp




referensi :
istri solehah














0 komentar:

Posting Komentar